BLOG IKS TERBARU

Karena ada suatu hal (teknis) yang menyebabkan email untuk blog ini terblokir, maka kami menyiapkan blog baru untuk membackup artikel-artikel dalam blog iks ini.
blog iks terbaru:
https://rudibanjarmasin.blogspot.com/
Dan blog baru tersebut masih dalam proses migrasi artikel dari blog ini.
terima kasih.

UNTUK DIPAHAMI

Konten di blog ini berasal dari berbagai daerah di nusantara dengan beragam agama, bahasa, budaya, dan kepercayaan yang berbeda. keberagaman adalah kekayaan dan keistimewaan bangsa kita. DAN KONTEN DI BLOG INI TIDAK UNTUK DINILAI BAIK ATAU BURUK DAN DIPERDEBATKAN, JIKA MENURUT ANDA BERMANFAAT SILAKAN DIBACA, JIKA TIDAK, SILAKAN DITINGGALKAN DAN TAK PERLU MENGHUJAT.

Selasa, 22 Agustus 2017

Mengenal Lebih Dekat Sang Malaikat Matahari BAG.1

 
*Blog ini didirikan  untuk melestarikan kearipan budaya ilmu nusantra agar tidak dilupakan dan punah ditelan zaman oleh anak cucu yg sudah percaya dgn tehnologi,kalau bukan kita yg melestarikan siapa lagi,kalau tidak sekarang kapan lagi,bangsa yang besar adalah bangsa yg tidak melupakan sejarah.

ARTIKEL INI KHUSUS DEWASA DILARANG KERAS MEMBUKA DAN MEMBACANYA ANAK DIBAWAH UMUR
KAMI ADMIN BLOG IKS MENERIMA ARTIKEL KEILMUAN APAPUN, SILAHKAN KIRIM KEemail ke   mrsyahrudin8@gmail.com  
ATAU SMS / WhatsApp  KE   +62852 4965 9667   atau fb sayahttps://web.facebook.com/rudi.banjarmasin.5  syaratnya bukan copy/jiplak dari blog/grup manapun asli karya tulis tangan sendiri
”.harap untuk tidak mengirim mahar dalam bentuk uang dan apabila masih mengirim juga itu diluar tanggung jawab saya baik secara hukum Negara dan agama”
Oleh fb  Muzij .
 silahkan gabung dengan grup ilmu kekayaan sejati  di Facebook  klik disini.  https://www.facebook.com/groups/mrsyahrudin8/  ( blog Ilmu kekayaan sejati
Mengenal Lebih Dekat Sang Malaikat Matahari
====================================
thread post ini bukan sebuah pengijazahan melainkan hanya sebatas sebuah wawasan pengetahuan saja, silahkan datangi ke para ahlinya atau datangi ke Pondok Pesantren Suryalaya..
permisi dewan admin dan warga IKS semuanya, ijinkan saya berbagi wawasan pengetahuan mengenai malaikat matahari...
post ini sengaja saya share guna sebagai wawasan pengetahuan saja sekaligus sebagai pengobat rasa rindu kekangenan saya terhadap Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul 'Arifin (Abah Anom)
berikut salah satu amalan doa yang saya dapat dari Pondok Pesantren Suryalaya.
أَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْيَوْمَ عَافِيَةً وَجَاءَالشَّمْسُ مِنْ مَطْلَعِهَا
اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ خَيْرَهَذَا الْيَوْمِ وَادْفَعْ عَنِّيْ شَرَّهُ
اَللَّهُمَّ نَوِّرْ قَلْبِيْ بِنُوْرِ هِدَايَتِكَ كَمَا نَوَّرْتَ اْلأَرْضَ بِنُوْرِ شَمْسِكَ اَبَدًا. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللَّهُمَّ يَا نُوْرَ النُّوْرِ بِالطُّوْرِ وَكِتَابٍ مَسْطُوْرٍ فِيْ رِقٍّ مَنْشُوْرٍ وَالبَيْتِ المَعْمُوْرِ
أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ نُوْرًا أَسْتَهْدِيْ بِهِ إِلَيْكَ وَأَدُلُّ بِهِ عَلَيْكَ وَيَصْحَبُنِيْ فِيْ حَيَاتِيْ وَبَعْدَ الْاِنْتِقَالِ مِنْ ظَلاَم مِشْكَاتِيْ
وَأَسْأَلُكَ بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَنَفْسِ مَا سِوَاهَا أَنْ تَجْعَلَ شَمْسَ مَعْرِفَتِكَ مُشْرِقَةً بِيْ لَا يَحْجُبُهَا غَيْمُ الْأَوْهَامِ وَلَا يَعْتَرِيْهَا كُسُوْفُ قَمَرِ الوَاحِدِيَّةِ عِنْدَ التَّمَامِ بَلْ أَدِمْ لَهَا الْإِشْرَاقَ وَالظُهُوْرَ عَلَى مَمَرِّ الْأَيَّامِ وَالدُّهُوْرِ
وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
اللهم اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِإِخْوَاِننَا فِي اللهِ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا أَجْمَعِيْنَ
اللهم اغفرلى وملك الشمس
“Segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan hari ini sejahtera dan telah terbit matahari dari tempatnya.
Ya Allah, berilah aku kebaikan hari ini dan jauhkanlah dariku keburukan hari ini.
Ya Allah, terangilah hatiku dengan cahaya hidayah-Mu, sebagaimana telah Engkau terangi bumi dengan cahaya-Mu terus menerus dengan rahmat-Mu, wahai Yang Paling Pengasih di antara semua yang mengasihi.”
Ya Allah, Wahai Cahayanya Cahaya, dengan wasilah bukit Thur dan Kitab yang ditulis pada lembaran yang terbuka, dan dengan wasilah Baitul Ma'mur,
aku meminta kepadaMu agar Engkau memberiku cahaya, yang dengannya aku dapat mencari petunjukMu, dan dengannya aku menunjukkan tentangMu. Dan yang terus-menerus mengiringiku dalam kehidupanku dan setelah berpindah (ke alam lain; bangkit dari kubur) dari kegelapan liang (kubur) ku.
Dan aku meminta padaMu dengan wasilah matahari beserta cahayanya di pagi hari, dan kemulyaan yang wujud pada selain matahari, agar Engkau menjadikan matahari ma'rifat padaMu (yang ada padaku) bersinar menerangiku, tidak tertutup oleh mendung-mendung keraguan, tidak pula terlintasi gerhana pada rembulan kemaha-esaan dikala purnama.
Tapi jadikanlah padanya selalu bersinar dan selalu tampak, seiring berjalannya hari dan tahun.
Dan berikanlah rahmat ta'dzim Wahai Allah kepada junjungan kami Muhammad, sang pamungkas para nabi dan Rasul.
Dan segala Puji hanya milik Allah tuhan penguasa alam.
Ya Allah ampunilah kami, kedua orang tua kami serta kepada saudara-saudara kami seagama seluruhnya, baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal.
Ya Allah ampunilah aku dan malaikat matahari.
--------------------------------------------------------------------------
doa diatas diberikan kepada para salik yg mengambil ribath pada Abah Anom.
setelah sekian lama doa tsb diterima oleh diri saya, dalam sebuah perjalanan nya terbukalah rahasia doa tsb.
doa tsb pertama kali membukakan suatu rahasianya sedikit demi sedikit kepada diri saya, ketika saya telah mendengar tentang pidatonya Syeikh Nazim Adil Haqqani di suryalaya.
berikut pidato dari Syeikh Nazim Adil Haqqani :
Kita saat ini hidup di zaman sulit dan serba kekurangan. Kekurangan orang-orang yang kuat, kekurangan orang-orang yang memiliki iman, kekurangan orang yang memiliki cahaya (nur) ilahi. Padahal tanpa nur Ilahi, segala kepandaian yang dimiliki manusia menjadi tidak ada apa-apanya.
Banyak ‘ulama dan cendikiawan di berbagai madrasah dan mejelis ilmu mengajarkan macam-macam ilmu pengetahuan. Tapi ilmu pengetahuan itu hanya ibarat lilin-lilin kecil saja dan menjadi tak berguna tanpa adanya api yang membawa cahaya. Meskipun orang membuat lilin-lilin sebesar pohon-pohon kelapa, apa artinya lilin-lilin itu kalau tidak dapat menerangi. Maka selain mencari lilinya, cari pula apinya yang menimbulkan cahaya.
Allah adalah cahaya langit dan bumi. Cahaya Allah disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. lalu meneruskannya kepada para Sahabatnya dan para sahabatnya meneruskannya lagi kepada generasi-generasi sholih berikutnya. Dari mereka cahaya itu terus tersalurkan kepada orang-orang yang “siap” dan “mau” menerimanya. Itulah para mursyid thoriqoh. Ada 41 thariqoh di dunia, 40 diantaranya memperoleh Nur Ilahi melalui Sayyidina Ali bin Abi Tholib KW. Hanya satu yang memperoleh Nur Ilahi melalui Sayyidina Abu Bakar as-Shadiq, itulah thariqah Naqsyabandiyyah.
Sekarang, tidak banyak lagi orang-orang yang membawa obor Nur Ilahi itu. Di Indonesia yang penduduknya banyak inipun, orang pembawa obor Nur Ilahi tidak lebih dari sepuluh jari tangan jumlahnya. salah satunya adalah Beliau yang ada disebelah saya, Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul ‘Arifin.
Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul ‘Arifin ini sudah berusia lanjut, dan sudah agak lemah keadaan fisiknya. Saya tidak tahu apakah Nur Illahi yang dibawanya akan putus sampai pada beliau saja, atau masih akan berlanjut pada orang lain. Tapi saya yakin dan berharap, sesudah beliau nanti masih akan ada orang lain yang menjadi pembawa Nur Illahi itu. Siapakah orangnya, saya tidak tahu.
Maka Anda sekalian para hadirin, ambillah Nur Illahi itu dari beliau saat ini. Mumpung beliau masih ada, mumpung beliau masih hadir di tengah kita, sulutkan Nur Illahi dari kalbu beliau kepada kalbu anda masing-masing.
Orang yang hidup di dunia tanpa Nur Illahi adalah orang yang buta. Dan (Syekh Nazim mengutip al-Qur’an), “Barang siapa yang didunia ini buta, maka di akhiratnya pun akan buta”. Sekali lagi, dapatkanlah Nur Ilahi dari orang-orang seperti Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul ‘Arifin.
Beliau (Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul ‘Arifin) nampaknya saja tertunduk dan tidur.
Sebetulnya beliau tidak tidur. Dari kalbu beliau terpancar pesan-pesan kepada kalbu saya. Saya berbicara dan menyampaikan semua pesan ini bukan dari isi kalbu saya sendiri. Saya mengambilnya dari kalbu beliau. Di hadapan beliau saya terlalu malu untuk tidak mengambil apa yang ada pada kalbu beliau. Saya malu untuk berbicara hanya dengan apa yang ada pada kalbu saya sendiri.
Demikianlah apa yang saya perlu saya sampaikan kepada anda semua.
(Lalu Syekh Nazim menutup pembicaraannya dengan tahlil, sholawat dan do’a).
setelah mendengar isi tentang pidato Syekh Nazim Haqqani bergejolak jiwa ini dan berkecamuk berbagai pertanyaan didalam pikiran.
keguncangan pada diri saya tsb dialami oleh saya dalam beberapa minggu.
kemudian keguncangan tsb diobati oleh Allah SWT dengan hadirnya Abah Anom secara ruhani menemui saya, lantas beliau memasukkan sebuah Nur kedalam dada saya.
setelah masuknya Nur tsb menjadi lapanglah dada saya dan keguncangan yang melanda diri saya menjadi terangkat, dari sinilah mulai sedikit demi sedikit tersingkap rahasia yang tersembunyi dari doa diatas, sedikit demi sedikit juga saya mulai mengenal sosok malaikat matahari.
berbicara mengenai sosok malaikat matahari ini, pertama kali diketahui oleh saya dari sebuah buku bacaan yang merujuk sumbernya dari kitab Daqoiqul Akhbar.
kapan tepatnya saya membaca buku bacaan tsb, saya tidak ingat secara pasti, bila tidak salah antara ketika saya berumur masih sekolah SD atau SMP.
dahulu sewaktu saya menerima doa diatas, sempat terlintas sebuah pertanyaan dalam diri yaitu " kok,...dalam salah satu bait kalimat doanya, ada yang berisi kalimatnya sama seperti kalimat yg ada dikitab Daqoiqul Akhbar yang pernah dibaca oleh orang sholeh yang ingin bertemu malaikat matahari, jangan² ini doa supaya bisa akrab dengan malaikat matahari." tanya dalam benak pikiran saya pada waktu itu.
tapi pertanyaan dalam benak pikiran saya yang pada waktu itu, tidak saya tindak lanjuti lagi alias saya abaikan begitu saja, yang terpenting tinggal amalkan saja, prinsip saya pada saat itu.
baiklah, adalah lebih bagusnya saya munculkan kembali mengenai malaikat matahari yg diceritakan pada kitab Daqoiqul Akhbar, barangkali masih ada yang belum mengetahui kisah tsb.
berikut kisahnya:
dikisahkan ada seorang lelaki yang senantiasa memohon ampun untuk dirinya juga memohonkan ampun malaikat matahari.
dengan izin Allah , malaikat matahari menemui orang tadi dan menanyakan apa maksudnya selalu mendoakannya.
laki-laki tersebut menjawab, bahwa ia mendoakannya karena ingin dibawa ke matahari dan ia ( malaikat matahari ) mau menanyakan kepada malaikat maut kapan saat kematiannya ( laki-laki tersebut ).
setelah itu, malaikat matahari membawanya ke matahari. Lantas, malaikat matahari menemui malaikat maut untuk menanyakan kapan saat kematian laki-laki itu.
setelah membuka–buka buku catatannya, malaikat maut mengatakan bahwa ajal laki-laki tersebut tidak lama lagi dan ia akan mati ditempat itu ( dimatahari ).
benar saja, akhirnya pemuda tsb meninggal dimatahari.
bila pada kisah diatas, pemuda tsb akhirnya bisa bertemu malaikat matahari dan meninggal dimatahari, lantas apa yang didapat oleh saya???
yang didapat oleh saya yaitu tumbuhnya sebuah kesadaran supaya bisa segera berbenah diri dan berbekal diri untuk kampung akhirat.
kenapa sebuah kesadaran yang didapat oleh diri saya???
ya, memang itulah yang saya rasakan, bukankah secara isi pada doa diatas, bila dipahami secara seksama arahnya bisa kita tebak larinya yaitu akan menuju pada tumbuhnya sebuah kesadaran.
akrab kepada malaikat matahari memang membuahkan hasil sebuah kesadaran.
saking tidak percayanya saya akan hasil ini maka saya sempat melakukan riset mengenainya.
dari hasil riset tsb, memang saya dapati bahwa orang² yg akrab dg malaikat matahari saya dapati mereka mempunyai kesadaran diri yg sangat tinggi sehingga terpatri pada jiwanya seolah-olah dirinya berasa seakan sudah berada pada hari berkumpul dipadang mahsyar.
perihal mengenai gambaran keadaan jiwa mereka bisa seperti itu, ternyata para sahabat nabi juga banyak yang mengalami hal yang sama seperti yang dirasakan oleh jiwa² orang yang sudah akrab dg malaikat matahari.
malah saya meyakini sekali bahwa para sahabat nabi memang sudah akrab sekali dengan malaikat matahari.
diantara beberapa sahabat nabi yg saya yakini sudah akrab dg malaikat matahari yaitu sahabat Haritsah dan sahabat Mu'adz.
Anas RA berkata: ketika Rasulullah SAW sedang berjalan dan berjumpa dengan seorang pemuda dari sahabat Anshor.
Rasulullah bertanya: bagaimanakah keadaanmu hai Haritsah pada pagi ini?
Jawabnya: saya kini menjadi seorang mukmin yang sungguh-sungguh.
Rasulullah berkata: Hai Haritsah, perhatikan perkataanmu, sebab tiap kata itu harus ada bukti hakikinya.
maka Haritsah berkata: Ya Rasulullah jiwaku jemu dari dunia, sehingga saya bangun malam dan puasa siang hari, kini seolah-olah aku berhadapan dengan ‘Arsy dan seolah-olah aku melihat neraka yang penghuninya sedang menjerit-jerit di dalamnya.
Nabi bersabda: Engkau telah melihat, maka tetapkanlah (jangan barubah).
Haritsah berkata: Ya Rasulullah, do’akan aku mati syahid, maka Nabi berdo’a untuknya dan ketika pada suatu hari ada panggilan untuk berjihad, maka dialah orang pertama menyambutnya dan akhirnya dia yang pertama mati syahid.
ketika ibunya mendengar berita bahwa anaknya telah mati syahid, ia datang bertanya kepada Nabi : Ya Rasulullah beritahukan kepadaku tentang Haritsah putraku, jika ia disurga aku tidak akan menangis atau menyesal, tapi jika lain dari itu, maka aku akan menangis selama hidupdi dunia!
jawab Nabi : Haritsah, bukan hanya satu surga tetapi surga didalam surga-surga dan Haritsah telah mencapai Firdaus yang tertinggi.
maka kembalilah ibu Haritsah sambil tertawa dan berkata : untung-untung bagimu hai Haritsah.
Anas RA juga berkata:
pada suatu hari Mu’adz bin Jabbal masuk ketempat Nabi sambil menangis, maka ditanya oleh Nabi : bagaimanakah keadaanmu pagi ini hai Mu’adz?
Jawab Mu’adz : aku pagi ini mukmin benar-benar kepada Allah.
Nabi bersabda: Tiap kata-kata yang benar harus ada bukti hakikatnya. Maka apakah bukti pernyataanmu itu?
Jawab Mu’adz: Ya Nabiyallah, kini jika aku berada diwaktu pagi merasa mungkin tidak sampai sore dan jika sore ,aku merasa tidak akan sampai pagi dan tiap melangkahkan kaki merasa mungkin tidak dapat melangkah yang lain dan terlihat kepadaku seolah-olah manusia semua telah dipanggil untuk menerima suratan amal bersama dengan Nabi-nabi dan berhala-berhalanya yang disembah selain Allah dan juga seolah-olah saya melihat siksa ahli neraka dan pahala ahli surga.
maka Nabi bersabda : Engkau telah mengetahui, maka tetapkanlah.
selain itu Rasulullah SAW juga menguatkan pula dengan bersabda: Sesungguhnya NUR jika masuk dalam hati, maka menjadi terbuka dan lapanglah dadanya.
sahabat bertanya: Ya Rasulullah, apakah yang demikian itu ada tandanya?
Jawab Nabi: Ya ada, yaitu merenggangkan (memisahkan) diri dari dunia tipuan dan condong kepada akhirat yang kekal dan bersiap-siap untuk menghadapi mati sebelum datangnya maut.
adalah dengan masuknya nur kedalam diri maka semua hakikat perkara itu akan kelihatan yang menjadi semestinya dan apa adanya sehingga bisa mengetahui bahwa akhirat itu adalah perkara yang hak dan tetap wujudnya sedangkan dunia itu nantinya akan rusak.
para pengamal doa diatas bila sudah mulai tertarik memperhatikan kepada matahari dan dalam jiwanya mulai tergambar hal-hal yang nanti dibawah, maka sudah mulai ada pendekatan dari sosok malaikat matahari kediri kita.
memang malaikat matahari bila mau mendekat kediri kita maka dirinya akan membuat diri kita akan condong terhadap mengingat kepada hari kiamat dan hari pengadilan dipadang mahsyar.
“Sesunguhnya tanda Kiamat yang pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari arah barat.”
“Tidak akan terjadi Kiamat hingga ada dua kelompok yang saling berperang… (lalu beliau menuturkan hadits, dan di dalamnya:) hingga matahari terbit dari barat, lalu jika ia telah terbit, maka semua orang akan beriman, ketika itu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.”
“Tidak akan terjadi Kiamat sehingga matahari terbit dari sebelah barat, jika ia telah terbit, lalu manusia menyaksikannya, maka semua orang akan beriman, ketika itu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.”
“Tahukah kalian ke mana perginya matahari (saat itu)?”
Para Sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”
Beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari ini berjalan hingga sampai ke tempat menetapnya di bawah ‘Arsy, lalu dia tersungkur sujud, dan senantiasa demikian hingga dikatakan kepadanya, ‘Bangunlah! Kembalilah ke tempatmu pertama kali datang.’
Kemudian dia kembali datang di waktu pagi dan terbit dari tempat terbitnya,
kemudian dia berjalan hingga sampai ke tempat menetapnya di bawah ‘Arsy, lalu dia tersungkur sujud, dan senantiasa demikian hingga dikatakan kepadanya, ‘Bangunlah! Kembalilah ke tempatmu pertama kali datang.’ Kemudian dia kembali datang waktu pagi dan terbit dari tempat terbitnya,
kemudian dia berjalan lagi sementara manusia tidak mengingkarinya sedikit pun hingga dia kembali ke tempat menetapnya di bawah ‘Arsy, hingga dikatakan kepadanya, ‘Bangunlah! Terbitlah dari tempamu terbenam.’ Kemudian dia kembali datang di waktu pagi dan terbit dari tempat terbenamnya.’
selanjutnya Rasulullah SAW bersabda, “Apakah kalian tahu kapan itu terjadi? Hal itu terjadi ketika tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.”
Allahumma nawwir qolbi binuri hidayatika kama nawwartal ardho bi nuri syamsika
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS.An Nur : 24)
bersambung....

warning...??? semua keilmuan yg ada diblog ini sudah diihlaskan pengizajah,tampa mahar/biaya apapun lagi,baik penyatuan,sabatin atau istilah apapun juga,harap berhati-hati terhadap penipun.
SARAN SAYA sebagai ADMIN , BAGI YG INGIN BERTANYA LANGSUNG KEPENGIZAJAH UNTUK MEMBERIKAN MAHAR PULSA IHLAS,SEBAGAI ganti biaya balas sms
Sebagai ucapan terimakasih anda atas adanya blog ini silahkan  transfer Donasi uang  ke BANK BRI : 4554-01-005033-53-2  An.  SAHRUDIN,

Nb.isi artikel ini saya ambil dari grup FACEBOOK   blog Ilmu kekayaan sejati, isi artikel sepenuhnya tanggung jawab pemosting, diluar tanggung jawab saya selaku admin dan pengelola blog,segala apapun akibat dari dibacanya blog ini menjadi tanggung jawab peribadi pembaca masing-masin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DISCLAIMER

Semua isi artikel di blog ini kami ambil dari grup facebook blog Ilmu kekayaan sejati, isi artikel sepenuhnya adalah tanggung jawab sang pemosting, dan jika ada akibat tidak baik dari blog ini semua menjadi tanggung jawab pribadi pembaca masing-masing di luar tanggung jawab admin atau pengelola blog ini.

Semua keilmuan yg ada di blog ini sudah diikhlaskan pengizajah, tanpa mahar/biaya apapun, baik penyatuan, sebatin atau istilah apapun juga, harap berhati-hati terhadap segala jenis PENIPUAN. Kami tidak bertanggung jawab atas segala penipuan yang mengatasnamakan blog ini.

Paling banyak dicari Minggu ini

DILARANG KERAS!!

Menjiplak, mengcopy, mengambil artikel keilmuan dari blog ini tanpa izin admin atau pemilik keilmuan. hak cipta dilindungi UU.