Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatu...
Bismillahirrahmaanirrahiim. Dengan ridho Allah Swt. saya kembali hendak mengijazahkan warisan keilmuan leluhur yang saya terima dari seorang Ustadz di daerah saya, Gorontalo. Mohon izin para guru dan sesepuh IKS, Bang 


Rudi
, Bang Nabil Ahmad
, Bang Nong AL Erdogan
, Bang Darma Wansa Kolopita
, serta para guru dan sesepuh lainnya. Ilmu yang tidak seberapa ini sangat cocok diamalkan oleh yang berprofesi sebagai penceramah, pembicara di depan khalayak umum, khatib, dsb. Insyaallah apa yang kita sampaikan akan terterima dengan baik.
Baiklah, langsung saja saya babarkan ilmunya.
Bismillahirrahmaanirrahiim. Lomiyodu tutumulo, lomiyodu huta. Patu motu'ude, didi mosambeya.
Tata caranya:
Dibaca sebelum berceramah, berpidato, berkhutbah, dsb. (Dibaca dalam satu napas akan lebih baik lagi. Jumlahnya, sesuai kemantapan hati.)
*Kalimat ini dalam bahasa Gorontalo. Untuk artinya saya tidak terlalu paham. Tetapi, kurang lebih bisa saya jelaskan demikian: Bahwa siapa pun yang hidup/yang masih berdiri di atas tanah, maka sewaktu mendengar apa yang kita sampaikan insyaallah akan sampai ke hatinya (pesan/nasihat) tanpa sanggahan/perdebatan lagi.
**Bisa digabung juga dengan keilmuan lainnya yang telah dimiliki para sedulur.
Bagi yang hendak mengamalkan, mohon kirimkan Al Fatihah kepada saya seikhlasnya. Demikian dari saya, semoga ilmu ini bermanfaat.
Salam jaya dari Gorontalo.
Qobiltu ijazah pak Ustadz 🙏🙏🙏
BalasHapus