UNTUK DIPAHAMI

Konten di blog ini berasal dari berbagai daerah di nusantara dengan beragam agama, bahasa, budaya, dan kepercayaan yang berbeda. keberagaman adalah kekayaan dan keistimewaan bangsa kita. DAN KONTEN DI BLOG INI TIDAK UNTUK DINILAI BAIK ATAU BURUK DAN DIPERDEBATKAN, JIKA MENURUT ANDA BERMANFAAT SILAKAN DIBACA, JIKA TIDAK, SILAKAN DITINGGALKAN DAN TAK PERLU MENGHUJAT.

Selasa, 20 Januari 2026

DOA SAAT TIDAK PUNYA MAKANAN

Mujiz : Sufi Alas

Al Kisah, Diceritakan Bahwa Suatu Hari Rasululah Kedatangan Tamu Dan Bertanya Kepada Sang Istri :
“Adakah Makanan Yang Dihidangkan Untuk Tamu?”
Namun Ternyata Tidak Makanan Sama Sekali.
Lantas Rasulullah Berdoa:
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ، فَإِنَّهُ لاَ يَمْلِكُهَا إِلاَّ أَنْتَ.
Allahumma Innii As-’aluka Min Fadh-lika Wa Rohmatika, Fa_Innahu Laa Yamlikuhaa Illaa Anta.
Artinya :
Ya Allah Aku Memohon Kepada-Mu Dari Karunia-Mu dan Rahmat-Mu, Karena Sesungguhnya Tidak Ada Yang Memilikinya Kecuali Engkau (HR Thabrani)
NB :
Diriwayat Yang Lain, Kalimat :
"Laa Yamlikuhaa" Menjadi :
"Laa Yamlikuhumaa".
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ، فَإِنَّهُ لاَ يَمْلِكُهُمَا إِلاَّ أَنْتَ.
Allahumma Innii As-’aluka Min Fadh-lika Wa Rohmatika, Fa_Innahu Laa Yamlikuhumaa Illaa Anta.
Artinya :
Ya Allah Aku Memohon Kepada-Mu Dari Karunia-Mu dan Rahmat-Mu, Karena Sesungguhnya Tidak Ada Yang Memiliki Keduanya Kecuali Engkau.
Tak Lama Kemudian Ada Seseorang Yang Memberikan Hadiah Berupa Kambing Bakar.
Maa-Syaa'a-lloh Tabaraka-lloh.
Mujiz : Rudi

dalam dunia spritual banyak hal aneh dan unik hasil dari karya leluhur kita, mereka juga berinovasi dalam hal ilmu hikmah, begitulah kemaha besaran Allah menciptakan berbeda beda dan terus berubah ubah dari satu zaman kezaman berikutnya.
salah satu ilmu leluhur untuk menyatukan 2 istri atau lebih, dengan menggunakan bebek, ilmu ini saya ambil langsung dengan beliau yg punya istri 3 orang, dan ketiganya rukun, walaupun awalnya ada penolakan tapi dengan ikhtiar ini perlahan tapi pasti semua pada akhirnya mau menerima dan bisa rukun,
caranya belilah itik / bebek jantan , hari kamis itik itu dipuasain dari makan saja, jadi jangan dikasih makan pada hari kami, baru hari jumat pagi kasih makan beras sebanyaknya, tepat mendekati azan jumat, sembelihlah itik itu,
dan ambil beras dalam tenggorokan itik yg masih utuh, bersihkan beras itu, beras ini campurkan keberas yg mau dimasak istri 1,2, atau lebih.
saat mencampur ucapkan sapa batinnya, akan saya berikan kesiapa saja yg serius dan menghargai ilmu, saya cuma minta pulsa ala kadarnya sebagai mahar ikhlas, untuk penajam keilmuan. demikian juga saya begitu waktu mengambil ilmu ini memberi guru yg ngasih ini ala kadarnya, dan pulsa itu juga nantinya saya gunakan untuk terus memantau grop ini bersama admin lainnya.
silahkan chat wa saya di 085249659667

SHOLAWAT WIDADARI

Mujiz : Habibi Ahmad

Fungsinya adalah
kewibawaan rasululloh saw yang sangat menajubkan...
Keindahan(ketampanan) rasululloh saw yang sangat tamvan...
Sangat kharismatik..
Jadi ahli strategi...
Selalu bahagia..
Menaikkan jabatan pangkat karir akan semakin sukses dan tidak akan ada yang berani mengusik...
Boosster seluruh keilmuan..
Pengasihan lebih hebat dari mani gajah...
Pengasihan nur muhammad lebih hebat dari pengasihan nur nabi yusuf a.s
Pengasihan daya mahabbah lebih hebat dari pengasihan mani gajah
Menyetabilkan energi alam semesta
Cahaya nur muhammad memancar di dalam tubuh lebih kharismatik daripada aril Noah...
Benteng gaib super..
Tolak bala bencana ..
Populeritas...
Menghilangkan penyakit Trauma...
Dll
Yang paling utama adalah semakin cinta kepada rasululloh saw dengan cinta yang amat sangat...
Jika punya hajat besar bacakan sholawat 99x dan niatnya untuk apa? ...
baca saja 100x setiap hari gak boleh lebih (kalau lebih atau kurang karena tidak sengaja itu tidak masalah) mudawamah istiqomah..
Dulu saya dapat amalan ini bermahar, sekarang aku ijazahkan secara gratis agar ruh kalian bersinergi dengan nur nabi muhammad saw...
Inilah bacaannya:

Jallallohu 'alaa sayyidina muhammadin shollollohu 'alaihi wasallam
Nuuru muhammadin shollollohu 'alaihi wasallam ..

Semoga bermanfaat aamiin
Silahkan kirimkan bacaan al fatihah kepada aku agar ruh keilmuan tersambung...
Illa ruuhi muhammad iman al fatihah baca al fatihah 1x saja ...
NB jangan di buat macam2 yah...
Begitu malunya saya di hadapan rasululloh saw jika ilmu ini di salah gunakan dan malulah kalian kepada rasululloh saw jika ilmu ini di salah gunakan...
Tetap semagat hargai perbedaan dan jangan lupa bahagia nya..

MENYINGKAP TABIR RAHASIA: ASROR SHOLAWAT NURIDZATI

Mujiz : Kitab Ruhaniyyah Ismailkatib

Risalah ini hadir sebagai wujud cinta dan jawaban atas permintaan saudara-saudara pengunjung setia Kitab Ruhaniyyah IsmailKatib.
Setiap untaian kata di sini telah saya himpun dengan penuh ketelitian dan jeri payah, semata-mata mengharap ridho-Nya agar menjadi ilmu yang berkah dan bermanfaat bagi kita semua.
Namun, dengan segala kerendahan hati saya menitipkan pesan: Jagalah adab terhadap ilmu ini. Sungguh sangat mencederai amanah dan keadilan (dzalim) apabila ada yang mengambil atau menggunakannya demi kepentingan pribadi tanpa izin. Mari kita muliakan ilmu dengan akhlak yang luhur.
Wahai Salik, Saudaraku yang Dimuliakan Allah.
Engkau adalah "Penyelam Samudera Cahaya" (Ghawwāṣ Baḥr al-Nūr) yang sesungguhnya. Keteguhanmu untuk terus menggali hingga ke dasar hakekat Sholawat Nuridzati ini menunjukkan bahwa engkau sedang mempersiapkan diri untuk menerima "Khil'ah Nuraniyyah" (Jubah Cahaya).
Sholawat ini berbeda dengan sholawat lainnya. Jika Nariyah adalah "Api yang Membakar", maka Nuridzati adalah "Cahaya yang Menghidupkan dan Melarutkan". Ia selembut embun namun sekuat intan. Ia tidak memukul kegelapan dengan keras, tetapi ia terbit sehingga kegelapan sirna dengan sendirinya.
Kali ini, kita akan membedah samudera ini dengan merujuk pada kitab pusaka yang sangat agung dari khazanah Shadhiliyyah di Tunisia dan Maroko, yaitu Kitab Al-Mafākhir al-‘Aliyyah fī al-Ma’āthir al-Shādziliyyah (Kebanggaan yang Tinggi dalam Jejak Langkah Shadhiliyyah) karya Syeikh Ahmad ibn Ayad al-Shafi’i. Kitab ini memuat rahasia bagaimana para Wali Shadhili menggunakan "Nur Dzat" untuk menyingkap tabir ghaib dan menundukkan alam semesta.
________________________________________
MUQODDIMAH: HAKIKAT "SIRR SARI" DALAM 10 KEKUATAN
Menurut Syeikh Ahmad ibn Ayad, Sholawat Nuridzati memiliki poros kekuatan pada kalimat "Was-Sirris Sārī fī Sā'iril Asmā'i waṣ-Ṣifāt" (Dan Rahasia yang Mengalir dalam seluruh Nama dan Sifat).
Ini bermakna bahwa energi sholawat ini adalah "Energi Penghubung". Ia menghubungkan si pembaca dengan 10 sumber kekuatan:
1. Menundukkan Khodam: Khodam (Malaikat/Ruhani) tercipta dari Nur. Dengan Nuridzati, engkau memegang "Induk" mereka.
2. Hajat Besar: Mengalirkan kehendak batin ke dalam Lauh Mahfuz.
3. Kemudahan: Melarutkan kesulitan seperti cahaya melarutkan es.
4. Penyembuh: Mengalirkan Hayat (Kehidupan) ke organ yang mati/sakit.
5. Rezeki: Menarik Asma' al-Razzāq dan al-Ghaniyy ke dalam nasibmu.
6. Kesaktian: Menjadikan tubuh "Licin" oleh cahaya, sehingga senjata tergelincir.
7. Benteng Kokoh: Kegelapan (Sihir/Jin) tidak memiliki tempat di ruang yang penuh cahaya.
8. Kasyaf: Membersihkan Basirah (Mata Hati) dari noda dosa.
9. Penundukan Makhluk: Makhluk akan melihat wibawa Nur Muhammad di wajahmu.
10. Hancur Sihir: Cahaya Nuridzati mengisi ruang kosong, mendesak energi sihir keluar.
________________________________________
BAB I: KAIFIYAH RIYADOH AGUNG "AL-KHALWAH AL-JAWHARIYYAH"
(Penyepian Mutiara Cahaya)
Riyadoh ini dinamakan "Al-Jawhariyyah" karena tujuannya mengubah batinmu menjadi mutiara yang bersinar, menarik pertolongan langit dan bumi.
1. Syarat-Syarat Wajib (Al-Syurūṭ):
• Waktu: Dilakukan selama 14 Hari. Wajib dimulai pada malam Senin (Malam kelahiran Cahaya Nabi SAW) atau malam Jumat.
• Puasa: Puasa Tarku Ruh (Tidak makan hewan/bernyawa) mutlak. Berbuka dengan Kurma, Minyak Zaitun, dan Air Zamzam/Hujan.
• Media Tulis (Mahw) - Wajib untuk Penyembuh & Kesaktian:
Setiap hari (Ba'da Subuh), tulislah teks Sholawat Nuridzati ini di piring putih polos dengan tinta Air Mawar, Za'faran, dan Misik. Lunturkan dengan air bersih.
o Minum separuhnya saat berbuka (untuk Tajalli di dalam darah).
o Separuhnya lagi gunakan untuk Membasuh Wajah, Dada, dan Kedua Telapak Tangan sebelum wirid malam. (Ini adalah kunci agar tanganmu memiliki Yadullah dalam pengobatan dan wajahmu memiliki Mahabbah).
• Wewangian: Wajib membakar Gaharu (Oud) dan Luban (Kemenyan Arab). Asap harus terus mengepul saat membaca Da'wah Agung.
• Tempat: Kamar khusus yang suci, sepi, dan gelap (hanya diterangi satu lilin putih atau lampu minyak).
2. Kaifiyah (Tata Cara Harian):
Setiap malam, bangunlah pada jam 00.00 (Tengah Malam).
• Sholat Hajat & Penundukan: 2 Rakaat.
o Rakaat 1: Al-Fatihah + Ayat Kursi 7x.
o Rakaat 2: Al-Fatihah + Al-Ikhlas 11x.
• Wirid Pembuka:
o Astaghfirullāh al-Ghafūr ar-Raḥīm (100x).
o Allāhumma Yā Nūr, Yā Ḥaqq, Yā Mubīn (1.000x).
• Wirid Inti (Teks Sholawat Nuridzati): Membaca Teks Sholawat Nuridzati yang engkau lampirkan sebanyak 1.111 kali (Seribu Seratus Sebelas Kali - Bilangan Ahad/Wahid) setiap malam.
3. Titik Kunci (Al-Miftāḥ):
Setiap engkau menyelesaikan hitungan 100 kali Sholawat Inti, bacalah DA'WAH AGUNG di bawah ini sebanyak 3 kali.
Dan pada penutupan setiap malam (setelah 1.111x selesai), bacalah Da'wah Agung ini sebanyak 7 kali.
________________________________________
BAB II: AL-DA'WAH AL-KUBRĀ (HIZIB FATIH AL-ANWAR)

TEKS SHOLAWAT NURIDZATI (YANG DIBACA 1.111X):
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىٰ سّيِّدِنَا مُحَمَّدِ نِ النُّوْرِ الذَّاتِى وَالسِّرِّ السَّارِى فِى سَائِرِ الْأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

TEKS DA'WAH AGUNG (HIZIB PENAKLUK & PENYEMBUH):
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نُوْرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُوْرِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيْهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النُّوْرِ الذَّاتِيِّ وَالسِّرِّ السَّارِي فِي سَائِرِ الْأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ اَللَّهُمَّ يَا نُوْرَ النُّوْرِ يَا مُدَبِّرَ الْأُمُوْرِ يَا عَالِمَ مَا فِي الصُّدُوْرِ أَسْأَلُكَ بِحَقِّ هَذِهِ الصَّلَاةِ الْمُبَارَكَةِ وَبِمَا أَوْدَعْتَ فِيْهَا مِنْ سِرِّكَ السَّارِي وَنُوْرِكَ الذَّاتِيِّ أَنْ تَفْتَحَ لِي أَبْوَابَ الْخَيْرِ كُلَّهَا وَأَنْ تَسُدَّ عَنِّي أَبْوَابَ الشَّرِّ كُلَّهَا سَخِّرْ لِي مَلَائِكَتَكَ الْكِرَامَ وَخُدَّامَ هَذِهِ الصَّلَاةِ الشَّرِيْفَةِ لِيَكُوْنُوْا عَوْنًا لِي فِي قَضَاءِ حَوَائِجِي أَجِيْبُوْا أَيُّهَا الْأَرْوَاحُ الرُّوْحَانِيَّةُ الْمُسْتَمَدَّةُ مِنْ شَمْسِ الْحَقِيْقَةِ الْمُحَمَّدِيَّةِ اِحْضُرُوْا بَيْنَ يَدَيَّ وَأَطِيْعُوْا أَمْرِي بِإِذْنِ اللهِ يَا مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ اِكْشِفْ لِي عَنْ حَقَائِقِ الْأُمُوْرِ وَنَوِّرْ بَصِيْرَتِي لِأَشْهَدَ مَا غَابَ عَنِ الْأَبْصَارِ اِجْعَلْ فِي يَدِي وَنَفَسِي وَرِيْقِي سِرَّ الشِّفَاءِ وَالْبَرَكَةِ اِشْفِ مَنْ لَمَسْتُهُ بِيَدِي أَوْ نَظَرْتُ إِلَيْهِ بِعَيْنِ الرَّحْمَةِ شِفَاءً عَاجِلًا كَامِلًا لَا يُغَادِرُ سَقَمًا وَلَا أَلَمًا يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ سَخِّرْ لِي قُلُوْبَ الْخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَالطَّيْرِ وَالْوَحْشِ ذَلِّلْهُمْ لِي بِالْمَحَبَّةِ وَالْهَيْبَةِ وَالْقَبُوْلِ اَللَّهُمَّ حَصِّنِّي بِحِصْنِكَ الْحَصِيْنَ مِنَ السِّحْرِ وَالْعَيْنِ وَالْحَسَدِ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِي شَرٍّ اِحْرِقْ بِنُوْرِ ذَاتِكَ كُلَّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ وَجِنٍّ عَانِدٍ يُرِيْدُ بِي سُوْءًا دَمِّرْ حُصُوْنَ السَّحَرَةِ وَأَبْطِلْ كَيْدَهُمْ وَارْدُدْهُ فِي نُحُوْرِهِمْ وَافْتَحْ لِي خَزَائِنَ الْأَرْزَاقِ مِنْ حَيْثُ لَا أَحْتَسِبُ وَأَلْبِسْنِي خِلْعَةَ الْعِزِّ وَالْوَقَارِ حَتَّى لَا يَرَانِي أَحَدٌ إِلَّا أَحَبَّنِي وَهَابَنِي وَخَضَعَ لِي بِحَقِّ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النُّوْرِ الذَّاتِيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
________________________________________
Bismillāhir Raḥmānir Raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi Nūris samāwāti wal arḍ, matsalu nūrihī ka misykātin fīhā miṣbāḥ, al-miṣbāḥu fī zujājah. Allāhumma ṣalli ‘alā Sayyidinā Muḥammad, an-Nūridz-Dzātī was Sirris Sārī fī sā’iril asmā’i waṣ ṣifāt, wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallim. Allāhumma Yā Nūran Nūr, Yā Mudabbiral umūr, Yā ‘Ālima mā fiṣ ṣudūr. As’aluka bi ḥaqqi hādzihis ṣalātil mubārakah, wa bimā awda‘ta fīhā min sirrikas sārī wa nūrikadz dzātī, an taftaḥa lī abwābal khayri kullahā, wa an tasudda ‘annī abwābas syarri kullahā. Sakhkhir lī malā’ikatakal kirām, wa khuddāma hādzihis ṣalātis syarīfah, liyakūnū ‘awnan lī fī qaḍā’i ḥawā’ijī. Ajībū ayyuhal arwāḥur rūḥāniyyah, al-mustamaddatu min syamsil ḥaqīqatil Muḥammadiyyah. Iḥḍurū bayna yadayya wa aṭī‘ū amrī bi idznillāh. Yā Man bi yadihi malakūtu kulli syay’, iksyif lī ‘an ḥaqā’iqil umūr, wa nawwir baṣīratī li asyhada mā ghāba ‘anil abṣār. Ij‘al fī yadī wa nafasī wa rīqī sirras syifā’i wal barakah. Isyfi man lamastuhū bi yadī aw naẓartu ilayhi bi ‘aynir raḥmah, syifā’an ‘ājilan kāmilam lā yughādiru saqaman wa lā alamā. Yā Ḥayyu Yā Qayyūm, Yā Dzal Jalāli wal Ikrām. Sakhkhir lī qulūbal khalqi ajma‘īna minal jinni wal insi waṭ ṭayri wal waḥsy. Dzallilhum lī bil maḥabbati wal haybati wal qabūl. Allāhumma ḥaṣṣinnī bi ḥiṣnikal ḥaṣīni minas siḥri wal ‘ayni wal ḥasad, wa min syarri kulli dzī syarr. Iḥriq bi nūri dzātika kulla syayṭānin mārid, wa jinnin ‘ānid, yurīdu bī sū’ā. Dammir ḥuṣūnas saḥarah, wa abṭil kaydahum, wardudhu fī nuḥūrihim. Waftaḥ lī khazā’inal arzāqi min ḥaytsu lā aḥtasib. Wa albisnī khil‘atal ‘izzi wal waqār, ḥattā lā yarānī aḥadun illā aḥabbanī wa hābanī wa khaḍa‘a lī. Bi ḥaqqi {Innallāha wa malā’ikatahū yuṣallūna ‘alan Nabiyy, Yā ayyuhal ladzīna āmanū ṣallū ‘alayhi wa sallimū taslīmā}. Wa ṣallallāhu ‘alā Sayyidinā Muḥammad, an-Nūridz-Dzātī, wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallama taslīman katsīrā.
________________________________________
TERJEMAHAN TAFSIRIYAH (MAKNA BATIN):
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca. Ya Allah, limpahkan sholawat kepada Sayyidina Muhammad, Cahaya Dzat dan Rahasia yang Mengalir dalam seluruh Nama dan Sifat, serta kepada keluarganya dan sahabatnya.
Ya Allah, Wahai Cahaya di atas Cahaya, Wahai Pengatur segala urusan, Wahai Yang Mengetahui apa yang ada di dalam dada. Aku memohon kepada-Mu dengan hak sholawat yang diberkahi ini, dan dengan apa yang Engkau titipkan di dalamnya berupa Rahasia-Mu yang Mengalir dan Cahaya-Mu yang Dzati, agar Engkau membukakan bagiku seluruh pintu kebaikan, dan menutup dariku seluruh pintu keburukan. Tundukkanlah untukku Malaikat-Malaikat-Mu yang mulia dan Khodam-Khodam sholawat yang mulia ini, agar mereka menjadi penolong bagiku dalam menunaikan hajat-hajatku.
(Menundukkan Khodam) Jawablah Wahai Ruh-Ruh Ruhaniyyah, yang mengambil cahaya dari Matahari Hakikat Muhammadiyyah. Hadirlah di hadapanku dan taatilah perintahku dengan izin Allah.
(Kasyaf & Kesaktian) Wahai Dzat yang di tangan-Nya kerajaan segala sesuatu, singkapkanlah bagiku hakikat segala urusan, dan terangilah mata hatiku agar aku dapat menyaksikan apa yang ghaib dari penglihatan mata.
(Penyembuh) Jadikanlah pada tanganku, napasku, dan air liurku rahasia kesembuhan dan keberkahan. Sembuhkanlah siapa saja yang aku sentuh dengan tanganku atau aku pandang dengan mata kasih sayang, dengan kesembuhan yang segera, sempurna, yang tidak meninggalkan penyakit dan rasa sakit.
(Penundukan Makhluk) Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, Wahai Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan. Tundukkanlah untukku hati seluruh makhluk dari golongan jin, manusia, burung, dan binatang buas. Jinakkanlah mereka untukku dengan kecintaan, kewibawaan, dan penerimaan.
(Benteng & Anti-Sihir) Ya Allah, bentengilah aku dengan benteng-Mu yang kokoh dari sihir, 'ain (pandangan mata jahat), dengki, dan dari kejahatan setiap yang memiliki kejahatan. Bakarlah dengan Cahaya Dzat-Mu setiap setan yang membangkang dan jin yang keras kepala yang menginginkan keburukan padaku. Hancurkanlah benteng para penyihir, batalkanlah tipu daya mereka, dan kembalikanlah ke leher mereka.
(Rezeki) Dan bukakanlah untukku gudang-gudang rezeki dari arah yang tidak aku sangka-sangka. Dan pakaikanlah aku pakaian kemuliaan dan ketenangan, sehingga tidak ada seorangpun yang melihatku kecuali ia mencintaiku, segan padaku, dan tunduk padaku. Dengan hak {Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya}. Dan semoga Allah melimpahkan sholawat kepada Sayyidina Muhammad, Sang Cahaya Dzat, dan kepada keluarganya dan sahabatnya dengan salam yang sebanyak-banyaknya."
________________________________________
BAB III: KAIFIYAH PENGGUNAAN 10 KHASIAT (AT-TASHRIF AL-NŪRĀNĪ)
Setelah Riyadoh selesai dan energi Nuridzati menyatu dalam darah, berikut cara menggunakannya:
1. Menundukkan Khodam (Khasiat 1):
Masuk kamar gelap, bakar gaharu. Baca Sholawat 313x, lalu baca Hizib 3x. Niatkan: "Yā Arwāḥ Nūridzātī, Hadir!". Engkau akan merasakan seperti ada cahaya yang memelukmu.
2. Penyembuh (Khasiat 4):
Basuh tangan kanan dengan air Mahw (jika ada) atau air wudhu. Baca Sholawat 7x tahan nafas. Tiupkan ke telapak tangan. Tempelkan ke bagian sakit pasien. Baca dalam hati: "Isyfi bin-Nūridz-Dzātī" (Sembuhlah dengan Cahaya Dzat). Bayangkan cahaya putih masuk ke tubuh pasien.
3. Kesaktian & Benteng (Khasiat 6 & 7):
Otomatis aktif. Jika dalam bahaya, baca dalam hati: "Allāhu Nūrus Samāwāti wal Arḍ". Bayangkan tubuhmu menjadi cahaya yang menyilaukan sehingga musuh tidak bisa melihat/menyentuh.
4. Menghancurkan Sihir (Khasiat 10):
Ambil air hujan/zamzam. Bacakan Sholawat 100x. Tiupkan. Minumkan dan mandikan pasien. Cahaya Nuridzati akan mendesak keluar energi sihir yang gelap.
5. Rezeki & Hajat (Khasiat 2 & 5):
Setiap pagi sebelum keluar rumah, baca Sholawat 41x. Ini akan membuka pintu-pintu rezeki yang terkunci.
________________________________________
NASIHAT PENUTUP (AL-KHĀTIMAH AL-ṢŪFIYYAH)
Sebagai penutup, dengarkanlah nasihat yang menyentuh hati ini, yang aku sarikan dari kitab Al-Ḥikam karya Ibnu Athaillah al-Iskandari dan Iqāẓ al-Himam karya Ibnu Ajiba:
"Wahai Saudaraku yang menempuh jalan Cahaya,
Ketahuilah, bahwa engkau meminta Cahaya, tetapi berhati-hatilah agar cahaya itu tidak membakar wadahnya. Sholawat Nuridzati adalah Rahasia Ilahi. Janganlah engkau jadikan ia sebagai pelayan nafsumu untuk sekadar sakti, kebal, atau menundukkan orang lain demi ego duniawi.
Jadikanlah Khodam dan Karomah itu seperti 'Sepatu' dalam perjalananmu menuju Allah. Sepatu itu penting agar kakimu tidak terluka, tetapi tujuanmu bukanlah sepatu itu, melainkan Rumah Sang Kekasih (Allah SWT).
Jika engkau sibuk menatap sepatu (sibuk dengan khodam dan kesaktian), kapan engkau akan sampai menatap Wajah Sang Kekasih? Gunakanlah pedang cahaya ini untuk memotong urat leher hawa nafsumu sendiri sebelum engkau memotong musuhmu. Karena musuh terbesarmu ada di antara dua lambungmu.
Bersihkan hatimu dari selain Allah, niscaya 'Sirr Sari' (Rahasia yang Mengalir) itu akan mengalir tanpa henti, menjadikanmu 'Rijalullah' yang tidak butuh kepada makhluk, tetapi makhluklah yang butuh kepada doamu.
"Tiada daya upaya melainkan atas izin-Allah. Saya sang fakir ijazahkan pengetahuan ini dengan ketulusan hati, semoga berkah dan bermanfaat, serta bi idznillah mampu menjadi wasilah penyembuh bagi raga dan jiwa yang sedang ditimpa cobaan rasa sakit.
Dan sebagai pengikat tali mahabbah (kasih sayang) serta penyambung sanad ruhani di antara kita, jika hati Antum telah bulat dan mantap menerima amanah ini, silakan goreskan kalimat 'Qobiltu' di kolom komentar. Hal ini kami maksudkan agar nama Antum terekam dalam doa kami, sehingga kita dapat saling mengenal sebagai saudara sejalan dalam mengamalkan ilmu ini dengan penuh adab."
Wallāhu a‘lamu bi-ṣawāb.
Wallāhu a‘lam bish-shawāb."

MEMBUNGKAM PAWANG HUJAN

Mujiz : Bahrul Ulum


amalan ini husus untuk menghentikan takabbur nya pawang hujan yg sering sombong bilang jk aku yg jd pawang hujan maka akan cerah semua hajat.... jadi biar orang itu gk takabbur bisa bc amalan ini tuk mendatang kan hujan yg lebat, caranya bc semalam suntuk minta hujan deras pd waktu yg ditentukan biar bs mmyadar kan org yg takabbur, bacaannya::yursilis sama-a 'alaikum midroro.. fafatah na abwa bas sama-i bima im mun hamir bc semalam suntuk tnpa hitungan

DISCLAIMER

Semua isi artikel di blog ini kami ambil dari grup facebook blog Ilmu kekayaan sejati, isi artikel sepenuhnya adalah tanggung jawab sang pemosting, dan jika ada akibat tidak baik dari blog ini semua menjadi tanggung jawab pribadi pembaca masing-masing di luar tanggung jawab admin atau pengelola blog ini.

Semua keilmuan yg ada di blog ini sudah diikhlaskan pengizajah, tanpa mahar/biaya apapun, baik penyatuan, sebatin atau istilah apapun juga, harap berhati-hati terhadap segala jenis PENIPUAN. Kami tidak bertanggung jawab atas segala penipuan yang mengatasnamakan blog ini.

Paling banyak dicari Minggu ini

DILARANG KERAS!!

Menjiplak, mengcopy, mengambil artikel keilmuan dari blog ini tanpa izin admin atau pemilik keilmuan. hak cipta dilindungi UU.